BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Thursday, May 28, 2009

Pavlov's Dog Got Conditioned






penemuan Pavlov dalam sejarah psikologi adalah hasil penyelidikannya tentang refleks berkondisi (conditioned reflex). ia meletakkan dasar-dasar behaviorisme, sekaligus meletakan dasar penelitian mengenai proses belajar dan pengembangan teori tentang belajar. American Psychological Association (APA) mengakui bahwa Pavlov berpengaruh dalam psikologi modern.
eksperimen tentang refleks berkondisi yang dilakukan Pavlov adalah sebagai berikut:

ia menggunakan seekor anjing sebagai binatang percobaan. anjing itu diikat dan dioperasi pada bagian rahangnya sehingga setiap air liur yang keluar dapat ditampung dan diukur jumlahnya, Pavlov kemudian menekan sebuah tombol dan keluarlah semangkuk makanan. sebagai reaksi munculnya makanan, anjing mengeluarkan air liur yang dapat terlihat jelas pada alat pengukur. makanan yang keluar disebut dengan rangsangan tak berkondisi (unconditioned reflex) setiap kali anjing mengeluarkan refleks yang sama (mengeluarkan air liur) kalau melihat rangsangan yang sama pula (makanan).

percobaan selanjutnya, Pavlov membunyikan sebuah bel setiap kali ia mengeluarkan makanan. demikian anjing akan mendengar bel terlebih dahulu sebelum ia melihat makanan itu muncul. percobaan itu dilakukan secara berkali-kali dan diamati juga air liurnya. mula-mula air liurnya hanya keluar setelah anjing melihat makanan (refleks tak berkondisi), tetapi lama-kelamaan air liur sudah keluar pada waktu anjing mendengar bel. keluarnya air liur setelah anjing mendengar bel disebut dengan refleks berkondisi (conditioned reflex). bunyi bel adalah rangsangan berkondisi (conditoned stimulus).

kalau latihan itu diteruskan, maka air liur anjing tetap akan keluar setelah anjing mendengar bunyi bel, walaupun tidak ada lagi makanan yang mengikuti bunyi bel itu. dengan kata lain, refleks berkondisi akan bertahan walaupun rangsang tak berkondisi sudah tidak ada lagi. pada tingkat yang lebih lanjut, bunyi bel didahului oleh sebuah lampu menyala, maka lama-kelamaan air liur sudah keluar setelah anjing melihat nyala lampu walaupun ia tidak mendengar lagi atau makan sesudahnya. refleks akan tetap bertahan walaupun rangsangan tak berkondisi sudah tidak ada lagi. jika terlalu lama tidak ada rangsangan berkondisi atas refleks yang dilakukan, maka binatang percobaan itu tidak akan mendapatkan reward atas refleks yang sudah dilakukannya (extinction) atau proses penghapusan refleks.

kesimpulan: tingkah laku tidak lain daripada rangkaian refleks berkondisi, yaitu refleks yang terjadi karena adanya proses conditioning dimana refleks yang dihubungkan oleh rangsang tak berkondisi lama-kelamaan akan dihubungakn dengan rangsangan berkondisi.


Sumber:
Santrock, J. W. (2005). Psychology (7th edition). Boston: McGraw-Hill.

0 comments: