BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Monday, May 25, 2009

Prinsip-prinsip Dasar Latihan Anjing




















Beberapa prinsip-prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam melatih anjing agar hasilnya efektif adalah sebagai berikut:


  • semakin muda semakin baik
prinsip pertama dalam melatih anjing adalah hampir sama dengan pendidikan pada manusia, yaitu semakin dini dilatih, maka akan semakin baik. anak anjing seperti buku tulis yang masih kosong, apa yang akan ditulis pada buku tersebut tergantung tuannya. anak anjing belum memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu, sehingga bisa dibentuk sesuai dengan keinginan tuannya.
  • intonasi suara
intonasi atau tinggi rendah suara yang dikeluarkan pelatih dipahami berbeda oleh anjing. intonasi suara yang rendah dan lembut diartikan "Oke" oleh anjing atau dia mengartikan bahwa kita menyetujui tindakannya. sementara itu, suara tinggi dengan nada gusar bisa kita ucapkan sebagai tanda bahwa kita tidak setuju atas tindakan dan perbuatannya.
  • ganjaran atau hukuman
ada tiga hal dalam benak anjing saat menjalani latihan, yaitu pelatih, tindakan, dan ganjaran atau hukuman. anjing akan menghubungkan perintah pelatih dengan ganjaran yang akan didapat. sebaliknya, jika ia tidak menjalankan perintah pelatih, maka hukuman akan ia peroleh. hukuman ini dalam ilmu psikologi dikenal dengan punishment. punishment adalah serangkaian hal-hal yang tidak disukai. tujuan punishment diberikan adalah untuk membuat anjing mengurangi perbuatan yang tidak dikehendaki oleh pelatihnya. sehingga anjing merasa jera dan tidak mengulangi perbuatan tersebut lagi.

ganjaran bagi anjing yang mau melakukan perintah pelatih bisa dalam berbagai bentuk seperti, pujian, pakan (makanan), dan elusan. ganjaran tersebut harus segera diberikan oleh pelatih saat anjing berhasil melakukan hal yang sesuai dengan kehendak pelatih, sehingga anjing bisa tahu tindakannya adalah benar dan terus melakukan hal yang benar agar dapat diberikan ganjaran setelah melakukannya. dalam ilmu psikologi, ganjaran ini disebut dengan reinforcement negatif. reinforcement ini merupakan hal-hal yang disukai oleh anjing, yang diberikan dengan tujuan supaya anjing mau terus mengulangi perbuatan yang diharapkan (dalam hal ini, yang sesuai dengan keinginan pelatih). anak anjing berusia 3-6 bulan lebih cocok diberikan ganjaran berupa pujian dan makan. sementara itu, anjing dewasa lebih terespon oleh elusan.

pujian yang diberikan kepada anjing saat melakukan perintah pelatih bisa berupa kata-kata "good", "bagus", atau "pintar kamu". pujian ini semakin efektif jika digabungkan dengan elusan, tepukan, pijitan halus, hingga garukan-garukan kecil pada tubuhnya.

elusan akan semakin efektif jika dilakukan di bagian-bagian tubuh yang sensitif, seperti dada, kepala, tengkuk, punggung, bagian bawah mulut dekat kerongkongan, atau moncong atas. jika bagian-bagian tersebut dielus-elus, anjing akan menikmati sensasi keakraban dan kedekatan hubungan dengan pelatihnya. terlebih jika pelatih melakukannya sambil berjongkok dan wajahnya dekat dengan kepala anjing. tindakan gabungan yang menyenangkan anjing ini akan membuatnya bergairah dalam melakukan program latihan.

elusan di tempat yang kurang disertai dengan sikap yang kurang bersahabat tidak akan efektif. misalnya mengelus bagian pantat atau kaki, karena keduanya bukan bagian tubuh yang sensitif, apalagi jika dilakukan sambil berdiri. sikap tersebut dipahami anjing sebagai sikap congkak dan sombong karena perasaan anjing sangat peka. anjing tahu elusan yang tulus dan yang dibuat-buat. karenanya, pujian dan elusan harus diberikan pelatih dengan tulus. waktu elusan tidak perlu lama-lama, cukup sekitar 20 detik, tetapi sering.

sementara itu, hukuman bagi anjing dipahami jika ia melakukan kesalahan atau tidak melakukan keinginan pelatih. hukuman bervariasi dari yang ringan, seperti mengatakan "no" atau tidak dengan nada tinggi dan menatapnya dengan tajam, tamparan handuk kecil atau dengan tangan, hingga mengisolasikan untuk sementara waktu di dalam kamar mandi atau kamar sempit yang tertutup.

tidak boleh sekali-kali menghukum anjing dengan membentak atau memukulnya dengan benda keras karena hanya akan membuatnya ketakutan. anjing yang sering menerima perlakuan seperti itu akan menjadi anjing penakut dan tidak percaya diri. di samping itu, anjing yang sering menerima hukuman berupa pukulan justru akan menjadi anjing yang galak. akibatnya, alih-alih menjadi sahabat, si anjing justru menjadi hewan peliharaan yang menyebalkan di rumah.
  • waktu latihan
harus selalu diingatkan bahwa anjing adalah binatang yang memiliki daya konsentrasi terbatas, sehingga waktu yang efektif untuk latihan juga sangat terbatas. tidak seperti manusia yang bisa di-drill untuk melakukan sesuatu dalam jangka waktu yang lama. anak anjing bahkan hanya bisa berkonsentrasi latihan sekitar 30 menit. untuk menghindari kesalahan, usai latihan, anjing diajak bermain-main sebelum sesi selanjutnya dilakukan.
  • konsistensi
pelatih harus konsisten dengan apa yang telah diajarkan kepada anjing. inkonsistensi akan menyebabkan anjing merasa bingung. misalnya jika gerakan tertentu dilakukan untuk memuji, pada kesempatan lain gerakan tersebut jangan dilakukan untuk menghukum.
  • rutin
kegiatan latihan pada anjing harus rutin. harus diusahakan latihan setiap hari pada jam-jam tertentu. misalnya pada pagi hari pukul 08.00-10.00 dan diteruskan sore harinya pada pukul 15.00-17.00.
  • sabar
hal terakhir yang harus diterapkan dalam melatih anjing adalah kesabaran. hal ini disebabkan bagaimanapun anjing adalah binatang dengan segala keterbatasannya, terutama keterbatasan dalam menerima dan memahami perintah. kesabaran sangat penting, terlebih lagi jika anjing sudah mulai jenuh dengan perintah dan mogok melakukan perintah tersebut. sama halnya dengan manusia, anjing juga memiliki rasa bosan sehingga ketika kebosanan datang, anjing perlu diajak bermain-main agar kembali bergairah.



















Sumber:
Prajanto & Andoko, A. (2006). Membuat anjing sehat dan pintar. Tangerang: Agromedia Pustaka.

0 comments: