Menggonggong atau menyalak adalah sifat khas anjing sebagai sarana mengekspresikan perasaan seperti halnya manusia yang menjerit-jerit saat marah, menangis ketika bersedih, dan berteriak-teriak ketika hatinya gembira. meskipun gonggongan anjing adalah alamiah, tetapi jika gonggongannya ini tidak bisa dikontrol, hal ini bisa menjadi hal yang menjengkelkan. misalnya saat anda kedatangan tamu, anjing terus-menerus menggonggong, sehingga membuat suasana bising. karenanya, gonggongan anjing perlu dikontrol.
latihan mengontrol gonggongan dilakukan dengan cara memancing anjing untuk menggonggong. anjing yang telah dirantai lehernya dipanggil dan diajak duduk di ruang tamu. dengan bantuan anggota keluarga yang lain, bel dibunyikan atau pintu diketuk sambil mengucapkan salam. ketika mendengar suara bel atau ketukan pintu tersebut, pelatih pura-pura kaget dan panik. saat melihat pelatih kaget dan panik, anjing juga ikut kaget dan kemudian menggonggong.
anjing dibiarkan menggonggong selama beberapa saat. kemudian pelatih mengeluarkan perintah dengan kata "cukup", jika anjing tetap menggonggong meskipun sudah dikatakan "cukup", maka perintah "cukup" diulangi dengan nada yang lebih tinggi. jika anjing tetap bandel, rantai di lehernya ditarik, sehingga anjing sedikit tercekik dan mau tak mau akan berhenti menyalak ------> PUNISHMENT.latihan ini diulangi selama beberapa kali, sehingga anjing bisa mengerti dan paham saat menerima perintah "cukup" saat menggonggong. dengan latihan teratur seperti ini, jika sewaktu-waktu anjing menggonggong bisa segera dihentikan dengan perintah "cukup".
sebaliknya jika anjing sudah berhenti menyalak dan dapat tenang seperti sebelumnya, maka anjing diberikan pujian atau tepukan ------> REINFORCEMENT.
Sumber:
Prajanto & Andoko, A. (2006). Membuat anjing sehat dan pintar. Tangerang: Agromedia Pustaka.







