
kerepotan awal saat memiliki anjing, terutama anak anjing, adalah karena kegemarannya merusak barang-barang di rumah, seperti sepat, karpet, selang air, atau kaki meja dan kursi. sebenarnya hal itu adalah tindakan wajar karena saat itu gigi anak anjing baru tumbuh, sehingga terasa gatal. untuk mengurangi rasa gatal itulah, anjing kecil menggigit barang-barang yang ditemuinya.salah satu cara melatih anjing agar tidak merusak barang-barang adalah dengan menerapkan sistem reinforcement dan punishment. berikut akan saya berikan contoh reinforcement dan punishment dalam kehidupan sehari-hari:
punishment
jika mendapati anjing menggerogoti sepatu atau kaki meja dan kursi, yang harus dilakukan pertama kali adalah dengan menegurnya dengan kata "jangan", "no", atau "jelek" menggunakan nada tinggi sambil menyeretnya ke tempat lain. dengan pengulangan 4-5 kali, biasanya anjing akan tahu bahwa perbuatannya tidak benar. jika anjing membandel, sebaiknya memberikannya sanksi nyata agar jera. misalnya jika anjing menggerogoti sepatu, segera saja mengalungkan sepatu rusak itu di leher atau tubuhnya, sehingga ia merasa risih. jika menggigit-gigit selang, segera melilitkan selang itu ke tubuhnya. sanksi seperti ini menyebabkan anjing jera melakukan perbuatan-perbuatan tersebut.
reinforcement
jika anjing sudah bisa menghentikan kebiasaan jeleknya yang suka merusak barang-barang ini, anjing berhak diberikan sesuatu yang dia sukai seperti diberi makanan, belaian, elusan, mengajaknya bermain, dll. sehingga anjing mengetahui bahwa perbuatannya yang tidak merusak barang-barang ini adalah benar dan disukai oleh pemiliknya. sehingga bisa menjadu suatu kebiasaan untuk anjing supaya dapat tidak merusak barang-barang.
sebagai tindakan pencegahan yang dapat kita lakukan adalah dengan cara mengolesi benda-benda yang menjadi sasaran empuk anak anjing untuk dirusak dengan cabai, balsam gosok, minyak angin, atau sesuatu yang berasa dan berbau menyengat. anjing yang akan menggerogotinya biasanya akan mengurungkan niat setelah mencium aroma atau mencicipi rasa menyengat tersebut. selanjutnya, anak anjing tidak akan tertarik terhadap benda-benda tersebut.
karenanya, anak anjing harus dialihkan perhatiannya dengan menyediakan tulang makanan yang terbuat dari kulit sapi yang bisa dibeli di petshop, sehingga anak anjing tetap memiliki sesuatu untuk digerogoti.
Sumber:
Prajanto & Andoko, A. (2006). Membuat anjing sehat dan pintar. Tangerang: Agromedia Pustaka.



0 comments:
Post a Comment