BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Saturday, May 30, 2009

Melatih Anjing untuk Membawa Barang dengan Menggunakan Reinfocement

latihan membawa barang memerlukan barang yang bisa digigit dan dibawa anjing, misalnya koran yang digulung menyerupai tulang atau gulungan tali. sebagai alat latihan, siapkan kertas koran dan gulungan tali yang tidak berbahaya untuk gigi anjing. cara melatihnya adalah dengan memanggil anjing agar datang mendekat. selanjutnya menyodorkan gulungan koran sambil berkata kata "gigit". mula-mula anjing diam saja karena tidak tahu maksud perintah tersebut. agar anjing mau membuka mulut, rahangnya ditekan agak kuat, sehingga mulutnya membuka dan gulungan koran diselipkan di antara gigi atas dan bawah. agar gulungan koran tetap berada di tempatnya, pelatih harus menahan dagu anjing beberapa saat.

pelatih memberikan pujian "bagus" sambil mengelus lehernya jika anjing berhasil mempertahankan posisi gulungan koran itu di antara giginya -----> REINFORCEMENT.


jika anjing terlihat akan melepaskan gigitannya, pelatih mengucapkan kata "lepas" sambil menarik gulungan koran dari mulutnya. latihan ini diulangi selama beberapa kali sampai gigitannya pada koran menjadi kuat dan mau melepaskannya saat tangan pelatih terjulur kuat mengambil gulungan koran tersebut.

jika anjing telah menguasai perintah "gigit" dan "lepas", latihan diteruskan dengan membawa barang. caranya, setelah anjing diperintah menggigit, pelatih berjalan mundur beberapa langkah di depan anjing, sehingga anjing mengukutinya. setiap anjing maju satu langkah, pelatih mengucapkan kata "tahan" dan jika anjing berhenti, pelatih segera mengucapkan kata "bagus" sambil memberinya elusan. demikian diteruskan sampai jarak tertentu.

setelah beberapa kali latihan, anjing akan menguasainya. jika anjing disuruh membawakan tas, pelatih menyodorkan tas itu ke hadapannya dan mengucapkan "gigit", kemudian melangkahkan kaki sehingga anjing mengikuti. jika ingin memintanya lagi, pelatih bisa mengulurkan tangan dan mengucapkan kata "lepas", sehingga anjing melepaskan gigitannya.

Sumber:
Prajanto & Andoko, A. (2006). Membuat anjing sehat dan pintar. Tangerang: Agromedia Pustaka.

Latihan Memanggil Nama dengan Menggunakan Reinforcement

setiap anjing perlu memiliki nama, sehingga saat dipanggil, anjing yang datang adalah anjing yang dipanggil sesuai nama tersebut. hal ini penting, terutama jika jumlah anjing yang dimiliki cukup banyak. karenanya, setiap anjing harus mengenal namanya dengan baik. mengenalkan nama kepada anjing harus dimulai sejak dini, maksimal berumur dua bulan karena lebih dari itu latihan menjadi kurang efektif. caranya adalah anak anjing diajak berlari-lari kecil sambil bermain dan setelah terlihat lelah, pelatih mengambil jarak sekitar tiga meter. misalnya anjing akan dinamai Mimi, maka anjing tersebut dipanggil dengan nada lembut seolah-olah mengajaknya untuk bermain lagi. Mi.. mi kesini! jika anjing tidak memerhatikan, panggilan dilakukan dengan tepukan. suara tepukan biasanya menarik perhatiannya, sehingga anjing mendekat.

setelah anjing mendekat, pelatih memberikan elusan lembut, sehingga ia tahu tindakannya benar -------> REINFORCEMENT.

jika tepukan pun tidak berhasil, bisa dicoba lagi dengan cara yang lain, yakni dengan mengiming-iminginya pakan (makanan) beraroma kuat, misalnya daging goreng. caranya, pelatih mengacung-acungkan pakan tersebut sambil menyebut namanya hingga anjing itu datang menghampirinya.

setelah anjing menghampirinya, pelatih memberikan pakan tersebut, sehingga ia tahu bahwa tindakannya benar -------> REINFORCEMENT.
latihan ini sebaiknya dilakukan berulang-ulang sampai anjing hafal dengan namanya sendiri.

Sumber:
Prajanto & Andoko, A. (2006). Membuat anjing sehat dan pintar. Tangerang: Agromedia Pustaka.