
Beberapa prinsip-prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam melatih anjing agar hasilnya efektif adalah sebagai berikut:
- semakin muda semakin baik
- intonasi suara
- ganjaran atau hukuman
ada tiga hal dalam benak anjing saat menjalani latihan, yaitu pelatih, tindakan, dan ganjaran atau hukuman. anjing akan menghubungkan perintah pelatih dengan ganjaran yang akan didapat. sebaliknya, jika ia tidak menjalankan perintah pelatih, maka hukuman akan ia peroleh. hukuman ini dalam ilmu psikologi dikenal dengan punishment. punishment adalah serangkaian hal-hal yang tidak disukai. tujuan punishment diberikan adalah untuk membuat anjing mengurangi perbuatan yang tidak dikehendaki oleh pelatihnya. sehingga anjing merasa jera dan tidak mengulangi perbuatan tersebut lagi.
ganjaran bagi anjing yang mau melakukan perintah pelatih bisa dalam berbagai bentuk seperti, pujian, pakan (makanan), dan elusan. ganjaran tersebut harus segera diberikan oleh pelatih saat anjing berhasil melakukan hal yang sesuai dengan kehendak pelatih, sehingga anjing bisa tahu tindakannya adalah benar dan terus melakukan hal yang benar agar dapat diberikan ganjaran setelah melakukannya. dalam ilmu psikologi, ganjaran ini disebut dengan reinforcement negatif. reinforcement ini merupakan hal-hal yang disukai oleh anjing, yang diberikan dengan tujuan supaya anjing mau terus mengulangi perbuatan yang diharapkan (dalam hal ini, yang sesuai dengan keinginan pelatih). anak anjing berusia 3-6 bulan lebih cocok diberikan ganjaran berupa pujian dan makan. sementara itu, anjing dewasa lebih terespon oleh elusan.
pujian yang diberikan kepada anjing saat melakukan perintah pelatih bisa berupa kata-kata "good", "bagus", atau "pintar kamu". pujian ini semakin efektif jika digabungkan dengan elusan, tepukan, pijitan halus, hingga garukan-garukan kecil pada tubuhnya.
elusan akan semakin efektif jika dilakukan di bagian-bagian tubuh yang sensitif, seperti dada, kepala, tengkuk, punggung, bagian bawah mulut dekat kerongkongan, atau moncong atas. jika bagian-bagian tersebut dielus-elus, anjing akan menikmati sensasi keakraban dan kedekatan hubungan dengan pelatihnya. terlebih jika pelatih melakukannya sambil berjongkok dan wajahnya dekat dengan kepala anjing. tindakan gabungan yang menyenangkan anjing ini akan membuatnya bergairah dalam melakukan program latihan.
elusan di tempat yang kurang disertai dengan sikap yang kurang bersahabat tidak akan efektif. misalnya mengelus bagian pantat atau kaki, karena keduanya bukan bagian tubuh yang sensitif, apalagi jika dilakukan sambil berdiri. sikap tersebut dipahami anjing sebagai sikap congkak dan sombong karena perasaan anjing sangat peka. anjing tahu elusan yang tulus dan yang dibuat-buat. karenanya, pujian dan elusan harus diberikan pelatih dengan tulus. waktu elusan tidak perlu lama-lama, cukup sekitar 20 detik, tetapi sering.
sementara itu, hukuman bagi anjing dipahami jika ia melakukan kesalahan atau tidak melakukan keinginan pelatih. hukuman bervariasi dari yang ringan, seperti mengatakan "no" atau tidak dengan nada tinggi dan menatapnya dengan tajam, tamparan handuk kecil atau dengan tangan, hingga mengisolasikan untuk sementara waktu di dalam kamar mandi atau kamar sempit yang tertutup.
tidak boleh sekali-kali menghukum anjing dengan membentak atau memukulnya dengan benda keras karena hanya akan membuatnya ketakutan. anjing yang sering menerima perlakuan seperti itu akan menjadi anjing penakut dan tidak percaya diri. di samping itu, anjing yang sering menerima hukuman berupa pukulan justru akan menjadi anjing yang galak. akibatnya, alih-alih menjadi sahabat, si anjing justru menjadi hewan peliharaan yang menyebalkan di rumah.
- waktu latihan
- konsistensi
- rutin
- sabar

Sumber:
Prajanto & Andoko, A. (2006). Membuat anjing sehat dan pintar. Tangerang: Agromedia Pustaka.

