BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Friday, June 5, 2009

How to Trait your Dog to Sit (with reinforcement-reward)



disini dilihat, setelah anjing berhasil duduk manis, meskipun didepannya ada orang yang lalu-lalang, maka pelatih memberikan makanan untuk anjing, sebagai REWARD. ini diberikan supaya anjing mengetahui bahwa pelatih mengkehendaki perilaku anjingnya tersebut supaya di kemudian hari, perilaku anjing ini bisa terus diulang. sehingga anjing diberikan sesuatu yang menyenangkan untuk meningkatkan frekuensi perilakunya tersebut.

Thursday, June 4, 2009

Tiga Prinsip Dasar Melatih Anjing

















1. Perintah

perintah saat latihan sebaiknya tidak berulang-ulang karena akan menyebabkan anjing menjadi lamban dalam menjalankannya. bahkan, anjing bisa saja tidak melakukan sesuatu bila diperintah. perintah berulang-ulang juga akan membuat anjing menjadi terbiasa mendengar beberapa kali perintah, tidak cukup hanya dengan sekali perintah. akibatnya, anjing akan selalu menunggu sebelum perintah kedua atau ketiga. untuk menghindarinya, pada saat perintah kedua, anjing dibantu jika belum melaksanakan perintah pertama. ucapkan kata-kata dengan baik


oleh karena itu, pelatih harus menjadi orang yang bijaksana dengan selalu memberikan pujian pada anjing jika melaksanakan perintah.
-> REINFORCEMENT POSITIF, pemberian sesuatu yang menyenangkan supaya anjing terus mengulangi perbuatan yang dikehendaki oleh pelatihnya.

pelatih jangan membiasakan memberi perintah dengan suara keras karena anjing sangat peka pendengarannya. jika dibiasakan dengan suara keras, maka anjing tidak akan bisa membedakan perintah dengan marah.


2. Pujian
Pujian diberikan jika anjing berhasil melaksanakan tugas dengan baik. pada masa pra latihan, cukup diberi bonus makanan kecil. namun, pada latihan formal, hadiah tersebut tidak boleh diberikan karena akan menurunkan daya penciumannya. anjing akan selalu berharap pelatih membawa makanan sehingga mempengaruhi prestasi kerjanya. anjing hanya mau melaksanakan perintah karena mengharapkan makanan dan bukan karena anjing ingin memuaskan pelatih.

pujian dapat diberikan dengan sentuhan berupa usapan pada kepala atau menepuk dada disertai kata pujian "bagus". ucapkan pujian dengan suara pelan dan lembut. pemberian pujian harus sepenuh hati dan perasaan. rasa senang pelatih harus keluar dari hati dan bukan hanya di bibir. anjing mempunyai perasaan dan naluri yang tajam. ia tahu kondisi pelatih merasa puas atau tidak. jika kebiasaan ini terus dilakukan, maka akan terbina komunikasi yang baik antara pelatih dan anjing sehingga muncul rasa cinta dan kasih sayang. anjing pun akan memiliki keinginan untuk selalu memuaskan pelatihnya.

cara lain dengan mengajak bermain beberapa saat untuk melepaskan rasa jenuh dan stres saat latihan. dengan mengajak bermain, dapat meningkatkan semangat anjing untuk mengikuti latihan-latihan berikutnya.

3. Peringatan dan hukuman
pelatih harus membedakan peringatan dan hukuman. peringatan diberikan bila anjing melakukan tindakan yang salah, tetapi belum tahu kalau perbuatannya adalah salah. anjing melakukannya karena tindakan itu belum pernah diajarkan oleh pelatihnya. peringatan dapat berupa kata "jangan" dengan nada peringatan.
hukuman diberikan kepada anjing jika anjing melakukan suatu kesalahan (perbuatan yang tidak dikehendaki oleh pelatihnya) yang sudah diajarkan atau diberitahukan sebelumnya. hukuman diberikan dengan mengatakan "jelek" disertai nada suara membentak atau menghukum.

bila anjing mengenakan kalung dan terikat pada tali penuntun, hukuman yang bisa diberikan adalah menarik tali dengan gerakan cepat disertai kata-kata "jelek" bernada hukuman. tarikan tali merupakan sentakan yang mengejutkan. pada saat memberi hukuman, tarikan tali penuntun harus dihentakkan. namun, jangan menarik tali terlalu keras karena dapat menyebabkan leher anjing terangkat ke atas dalam waktu lama. jika demikian, anjing akan tercekik dan dapat menyebabkan kerusakan pada saluran pernapasannya.

cara lain menghukum anjing adalah dengan menyuruh duduk atau tiarap disertai perintah dengan nada hukuman. dapat pula memegang tegkuknya lalu mengguncang-guncangkan ke kanan dan kiri beberapa saat hingga anjing seperti kehilangan keseimbangan. hukuman cara ini untuk menunjukkan kesalahan anjing sekaligus menunjukkan keperkasaan pelatih. anjing dihukum atau diberi peringatan akan mengira pelatih lebih kuat darinya dan secara naluri akan menganggapnya sebagai pemimpin.

-> hukuman merupakan pemberian sesuatu yang tidak menyenangkan supaya terjadi penurunan sampai penghilangan frekuensi perbuatan yang tidak dikehendaki. sehingga lama-lama anjing akan tahu kalau perbuatannya ini tidak disukai dan anjing akan berhenti melakukan perbuatan tersebut.
Sumber:
Hatmosrojo. R. & Budiana, N. S. (2004). Melatih Anjing Keluarga. Depok: Swadaya.

Pedoman Dasar Pelatih

Pelatih harus konsisten dalam memberikan pujian, perintah, dan hukuman. pelatih sebaiknya membiasakan anjing berlatih dalam keadaan berbeda-beda, termasuk tempat latihan, lokasi, waktu, dan lingkungan latihan. usahakan tidak melatih anjing secara berlebihan dalam waktu yang lama setiap hari. lebih baik latihan dilakukan 10 menit untuk 1 materi latihan dengan istirahat sekitar 1-2 menit. setelah itu, latihan diakhiri dengan bermain bersama.

Sumber:
Hatmosrojo. R. & Budiana, N. S. (2004). Melatih Anjing Keluarga. Depok: Swadaya.

Wednesday, June 3, 2009

Melatih Anjing untuk tidak Menerima Pakan dari Orang Asing dengan Menggunakan Shaping

anjing mati keracunan pakan yang diberikan oleh orang yang tidak dikenal. ini adalah kejadian yang kerap dialami oleh pemilik anjing, terutama untuk anjing penjaga rumah. hal ini biasanya dilakukan oleh penjahat sebelum memasuki rumah dan menguras harta benda pemilik rumah.

latihan bisa dilakukan dengan SHAPING seperti berikut:
untuk menghindari kejadian menyedihkan ini, anjing perlu dilatih dalam hal disiplin pakan. disiplin pakan meliputi jam makan yang teratur, tempat pakan yang pasti, pemberian pakan, dan cara pakan diberikan. dengan latihan-latihan yang mengarah pada disiplin pakan tersebut, anjing akan aman dari kemungkinan diracuni orang.

disiplin waktu pakan bisa dilakukan dengan mengatur pemberian pakan secara tepat waktu. sebaiknya anjing diberu pakan dua kali sehari pada jam yang sama setiap hari, misalnya pada pukul 08.00 dan pukul 18.00. tidak dianjurkan memberi pakan di luar jam tersebut. dengan demikian, anjing hanya mau makan ada jam-jam yang sudah ditentukan itu.

pakan harus diberikan di wadah yang pasti, dalam hal ini adalah wadah pakan yang sudah disiapkan di dalam kandangnya. tidak boleh memberikan pakan di luar wadah tersebut dan di luar kandang. dengan keteraturan seperti ini, anjing hanya mau mengambil pakan dari wadah pakan dan memakannya di dalam kandang.

pemberi pakan juga harus diusahakan tetap setiap hari. jika seluruh anggota keluarga ingin terlibat dalam tugas ini, mereka bisa bergantian. agar anjing jera memakan pakan dari orang lain, suatu saat harus diusahakan orang yang tidak dikenal anjing, misalnya teman tuannya yang tidak pernah berkunjung, memberikan pakan yang telah dilumuri cabai atau balsam. saat mendekati pakan dan mencicipinya, anjing akan merasa kepedasan dan sejak itu akan jera memakan pakan yang diberikan oleh orang yang tidak dikenal.

biasanya penjahat memberikan pakan beracun dengan cara melemparkannya. agar anjing tidak memakan pakan yang diberikan dengan cara seperti itu, harus juga dilakukan latihan. tali penuntun harus dikenakan, kemudian pelatih melemparkan pakan beraroma daging goreng persis di depannya. jika anjing mulai mendekati daging goreng persis di depannya. jika anjing mulai mendekati dan mengendusnya, pelatih segera mengatakan "no" atau "jangan" dengan nada melarang. jika anjing berusaha nekad, tali penuntun disentakkan dengan keras. latihan ini dilakukan 2-3 kali sehari. selanjutnya, pakan tersebut diambil dan disodorkan dengan tangan kanan atau kiri, jika anjing mengambilnya, ucapkan "good" atau "baik" dengan nada setuju. dengan demikian, untuk selanjutnya anjing hanya mau mengambil pakan yang diberikan dengan tangan terulur.


Tuesday, June 2, 2009

Behaviour Shaping

Reinforcement bisa digunakan untuk menciptakan sebuah perilaku baru. Skinner mendemonstrasikan ini dengan mengajari merpati untuk bermain bola ping-pong. Setiap kali merpati melakukan sebuah gerakan yang mendekati kemauanya, Skinner langsung
memberinya hadiah. Contohnya saat merpati maju mendekati bola, hadiah pun diberikan.Ketika prilaku ini terbentuk, hadiah ditarik karena Skinner sekarang mau merpati menyentuh bola tersebut. Sehingga hadiah baru akan diberikan oleh Skinner kepada burung merpati, jika merpati sudah menyentuh bola tersebut. Semua dibuat sampai terbentuk perilaku yang diinginkan.




Melatih Anjing untuk dapat Bersalaman dengan Menggunakan Reinforcement














Alangkah senangnya memiliki anjing yang ramah dan bisa mengulurkan kaki depannya ke seseorang sebagai ajakan untuk bersalaman. melatih anjing untuk bersalaman termasuk jenis latihan yang mudah. syarat anjing mengikuti latihan ini adalah anjing telah menguasai latihan mengenal nama dan duduk.














cara melatihnya adalah dengan memanggil namanya agar datang dan duduk di dekat pelatih. misalnya, "Mimi.. kemari.. duduk". anjing segera menghampiri pelatihnya dan duduk sambil menengadahkan kepala. setelah anjing tenang, pelatih mengucapkan kata "salam" sambil mengulurkan tangan mengajaknya bersalaman. mula-mula anjing tidak bereaksi karena tidak memahami perintah baru tersebut. karenanya, pelatih disarankan mengucapkan "salam" sekali lagi sambil meraih kaki depan ajing sebelah kanan dan mengangkatnya secara perlahan dan mengucapkan "bagus" dengan memberi usapan lembut di telapak kaki depan yang digunakan bersalaman tersebut.

untuk tahap awal ini, kaki anjing cukup diletakkan di atas telapak tangan. gerakan ini diulangi beberapa kali sampai anjing mau mengangkat kakinya sendiri. jika sudah mampu, kaki anjing dipegang sambil digoyang ke atas dan ke bawah seperti manusia mengguncang-guncang telapak tangan saat bersalaman. jangan lupa terus memberi pujian dengan kata "bagus" sambil mengusap tangannya. agar anjing tidak bosan, sebaiknya latihan hanya dilakukan hingga lima kali sehari. anjing yang telah menguasai latihan ini akan segera mengangkat kaki depan sebelah kanan jika mendengar kata "salam".

REINFORCEMENT:
jika anjing berhasil melakukan salaman seperti yang diharapkan pelatihnya, maka pelatih memuji dan mengusap tangannya. untuk mempermudah latihan, pelatih bisa menerapkan cara lain yaitu dengan memberikan makanan kesukaan anjing secara bersamaan saat pelatih juga sedang mengangkat kaki anjingnya. sehingga saat anjing menggenggam tangan pelatihnya, anjing juga mendapatkan makanan yang ia sukai. anjing merasa senang karena setelah melakukan salaman tersebut, anjing menjadi mendapat makanan yang ia sukai, sehingga anjing juga menjadi dapat mengetahui bahwa perilaku bersalaman ini diharapkan oleh pelatihnya sehingga anjing bisa terus mengulangi perbuatan ini.



Sumber:
Prajanto & Andoko, A. (2006). Membuat anjing sehat dan pintar. Tangerang: Agromedia Pustaka.

Saturday, May 30, 2009

Melatih Anjing untuk Membawa Barang dengan Menggunakan Reinfocement

latihan membawa barang memerlukan barang yang bisa digigit dan dibawa anjing, misalnya koran yang digulung menyerupai tulang atau gulungan tali. sebagai alat latihan, siapkan kertas koran dan gulungan tali yang tidak berbahaya untuk gigi anjing. cara melatihnya adalah dengan memanggil anjing agar datang mendekat. selanjutnya menyodorkan gulungan koran sambil berkata kata "gigit". mula-mula anjing diam saja karena tidak tahu maksud perintah tersebut. agar anjing mau membuka mulut, rahangnya ditekan agak kuat, sehingga mulutnya membuka dan gulungan koran diselipkan di antara gigi atas dan bawah. agar gulungan koran tetap berada di tempatnya, pelatih harus menahan dagu anjing beberapa saat.

pelatih memberikan pujian "bagus" sambil mengelus lehernya jika anjing berhasil mempertahankan posisi gulungan koran itu di antara giginya -----> REINFORCEMENT.


jika anjing terlihat akan melepaskan gigitannya, pelatih mengucapkan kata "lepas" sambil menarik gulungan koran dari mulutnya. latihan ini diulangi selama beberapa kali sampai gigitannya pada koran menjadi kuat dan mau melepaskannya saat tangan pelatih terjulur kuat mengambil gulungan koran tersebut.

jika anjing telah menguasai perintah "gigit" dan "lepas", latihan diteruskan dengan membawa barang. caranya, setelah anjing diperintah menggigit, pelatih berjalan mundur beberapa langkah di depan anjing, sehingga anjing mengukutinya. setiap anjing maju satu langkah, pelatih mengucapkan kata "tahan" dan jika anjing berhenti, pelatih segera mengucapkan kata "bagus" sambil memberinya elusan. demikian diteruskan sampai jarak tertentu.

setelah beberapa kali latihan, anjing akan menguasainya. jika anjing disuruh membawakan tas, pelatih menyodorkan tas itu ke hadapannya dan mengucapkan "gigit", kemudian melangkahkan kaki sehingga anjing mengikuti. jika ingin memintanya lagi, pelatih bisa mengulurkan tangan dan mengucapkan kata "lepas", sehingga anjing melepaskan gigitannya.

Sumber:
Prajanto & Andoko, A. (2006). Membuat anjing sehat dan pintar. Tangerang: Agromedia Pustaka.