adalah: pembelajaran asosiatif dimana stimulus netral menjadi diasosiasikan dengan stimulus yang bermakna dan menimbulkan kemampuan untuk mengeluarkan respons yang serupa.
dalam teori classical conditioning, terdapat dua tipe stimuli dan dua tipe respons, yaitu:
- unconditioned stimulus (UCS). stimulus yang secara otomatis menghasilkan respons tanpa ada pembelajaran terlebih dahulu. makanan adalah UCS.
- unconditioned response (UCR). respons yang tidak dipelajari yang secara otomatis dihasilkan oleh US. air liur yang merespon makanan adalah UCR.
- conditioned stimulus (CS). stimulus yang sebelumya netral yang akhirnya menghasilkan CR setelah diasosiasikan dengan US.
- conditioned response (CR). respon yang dipelajari, yaitu respons terhadap stimulus yang terkondisikan yang muncul setelah terjadi pasangan US-CS.

BEFORE CONDITIONING
disediakan stimulus netral yaitu bel dan anjing tidak mengeluarkan air liur.
DURING CONDITIONING
stimulus netral tersebut (bel) menjadi CS karena dipasangkan dengan makanan (UCS), sehingga anjing mengeluarkan air liur jika dibunyikan bel.
AFTER CONDITIONING
kemudian, CS (bel) itu sendiri, bisa membuat anjing mengeluarkan air liur. jadi, setiap bel dibunyikan, anjing selalu mengeluarkan air liur karena mengira akan ada makanan.
** eksperimen ini dilakukan oleh Ivan Pavlov yang menyusun konsep classical conditioning.

Sumber:
Santrock. (2008). Psikologi pendidikan (ed ke-2). Jakarta: Kencana.


0 comments:
Post a Comment